Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Kamis, 06 September 2018

Sumpah mau nangis banget


Read More

Biodata saya

Nama    :Dini monika br Perangin angin
Kelas     :XII IPS -2
Alamat  :lau baleng
Ttl          :lau baleng, 13 Maret 2001
Fb          :Dini Perangin angin
Wa         :082165636411
Ig            :Dini_Perangin angin

Read More

Bakal baper


Read More

Jumat, 10 Agustus 2018


RESENSI

1.      IDENTITAS NOVEL
JUDUL                                              : DILAN 1990           
PENGARANG                                 :Pidi Baiq
TAHUN TERBIT                             :2014
JUMLAH HALAMAN                    :348 halaman
PENERBIT                                       :Pastel books
CETAKAN                                       :IX januari 2015
2.      SINOPSIS
‘’Milea adnan hussain,anak dari seorang perajurit tentara yang baru pindah seorang bertugas dari jakarta ke bandung pada tahun 1990.saat pertama masuk sekolahnya yang baru ia diramal oleh pengendara motor yang berseragam dengan milea.
3.      UNSUR INTRINSIK
PENOKOHAN                      * Dilan (Protagonis)
                                                *Milea (Protagonis)
                                                *Nandan(Badut)
                                                *Anhar (Antagonis)
                                                *Akew (Tritagonis)
                                                *Pian (Tritagonis)
                                                *Disa (Protagonis)
                                                *Pak Suripto (Antagonis)
                                                *Bunda (Protagonis)
                                                *Ibu Milea (Protagonis)
                                                *Airin (Protagonis)
                                                *Bik Eem (protagonis)
                                                *Benni (Badut,Antagonis)                                                     
                                                                                               
TEMA                                    :Persahabatan dan percintaan
LATAR
            *TEMPAT                 :Sekolah,rumah Milea dan Dilan,kantin,jalan,aula,jakarta,ruangan
                                                  Kepala sekolah,ruang tamu,lapangan sekolah,telpon umum,
            *WAKTU                  :Pagi,siang,sore,malam.
           *SUASANA                :Sedih,bahagia,khawatir,rindu
ALUR                                                :Mundur
AMANAT                              :Mengajarkan bahwacinta ituadalah kenyamanandalam 
                                                 suatu hubungan.
SUDUT PANDANG                                    :Pertama dan Ketiga
GAYA BAHASA                  :Bahasa baku (terkadangbahasa sehari hari)
4.      UNSUR EKSTRINSIK
NILAI MORAL                    :Walau Dilan geng motor,Dilan tetap menghormati orang                                                       
                                                  tuanya dan sangat sopan.
NILAI SOSIAL                     :Adanya kesetiakawananantar sesama gengmotor yang Dilan
                                                 jalani .
NILAI ADAT ISTIADAT   :Menggunakan adat aturan bandung dalam kegiatan sehari
                                                  hari.
NILAI AGAMA                   :Mengucapkan assalaam walaikum

5.      KELEBIHAN               :Banyak menggunakan puisi puisi indah,pembaca terbawa
                                                 suasana,bahasa digunakan mudahdimengerti.
6.      KEKURANGAN         :Beberapa humor terasa garing,seperti terkesandipaksakan.

7.      KESIMPULAN                        :Novel ini layak dibaca untuk usia 17 tahun keatas,karena
                                                 sudah mengandung adegan percintaan SMA.

Read More

Kamis, 02 Agustus 2018

Ilustrasi petugas kepolisian

Satu lagi kerusuhan besar pecah di Sumatera Utara, Jumat (29/7/2016) malam, protes pembongkaran pagar di lahan relokasi Mandiri tahap II Dusun Lingga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, berakhir ricuh. Seorang warga tewas dari kerusuhan itu.
Kerusuhan di Tanah Karo hampir bersamaan dengan amuk massa di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Kerusuhan di Kabupaten Karo berawal dari pihak pengembang yang melakukan pembongkaran pagar yang dibangun swadaya oleh masyarakat pada Jumat (29/7/2016) sekitar pukul 12.30 WIB. Warga, yang diwakili Sekretaris Desa Lingga, Latta Sinulingga, pada pukul 14.30 WIB datang ke pos polisi untuk melakukan protes atas pembongkaran tersebut.
Merasa tak ditanggapi, seperti yang dilaporkan VIVA.co.id, pada sekitar 14.45 WIB, ratusan warga yang juga terdiri dari ibu-ibu melakukan pemblokiran jalan umum di depan pos polisi hingga mengakibakan jalan besar Kabanjahe macet total.
Setelah melakukan pemblokiran, sekitar pukul 15.30 WIB, warga kemudian membuka kembali jalan dan bergerak mennuju lokasi pagar yang sudah dibongkar dan berencana membangun pagar kembali.
Pukul 17.30 WIB, sekira 70 orang ibu-ibu kembali mendatangi pos Polisi dan bertanya siapa pelaku pembongkaran pagar yang mereka buat. Karena tidak mendapat jawaban juga, ibu-ibu itu pun komplain dan melaporkannya kepada kaum bapak.
Kemudian pukul 18.00 WIB, ratusan warga pun kemudian datang dari arah lokasi pemagaran pagar menuju pos polisi. Mereka marah dan berteriak "bakar" dan "bunuh" kepada petugas kepolisian di lokasi. Melihat itu, 15 polisi di lokasi melarikan diri ke Mapolres Tanah Karo.
Saat itulah masyarakat langsung membakar tenda pos Polisi dan juga alat berat di lokasi. Tidak berapa lama, petugas bantuan pun datang ke lokasi serta meminta bantuan pemadam kebakaran. Saat itu pihak kepolisian pun mengamankan lima orang warga berinisial ES, JS, NS, MS dan SM.
Kelimanya langsung dibawa ke Satuan Reskrim Polres Tanah Karo untuk dilakukan pemeriksaan terkait pembakaran yang dilakukan oleh warga.
Karena tak rela lima warganya diamankan, sekitar pukul 20.20 WIB, ratusan warga kembali mendatangi Mapolres dan melempari kantor polisi itu.
Dilansir Okezone.com, satu orang dikabarkan tewas akibat penyerangan yang dilakukan ratusan warga itu.
Informasi yang diterima, korban tewas bernama Ganepo Tarigan (40), warga Desa Lingga. Korban tewas di dekat Polres Karo di Jalan Veteran Kabanjahe. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe dengan menggunakan mobil.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, seperti ditulis tribunnews.com, memastikan korban tewas tersebut bukanlah akibat terkena tembakan polisi. Sebab, tidak ditemukan adanya jejak jelaga sebagaimana korban penembakan.
"Kalau meninggal terkena tembakan itu lubangnya pasti besar. Ini lubangnya kecil, dan hanya beberapa sentimeter," ujarnya.
Hingga saat ini, kasus tewasnya warga tersebut masih diselidiki pihak berwajib.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

BTemplates.com

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © KASUS KRIMINAL | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com